Belalang serangga herbivora yang awalnya dikenal sebagai hama, ternyata bisa menjadi nilai ekonomi yang tinggi jika digunakan secara kreatif dan inovatif.

Di Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi misalnya, serangga yang dianggap merusak daun kayu jati diburu untuk digunakan sebagai olahan dan menjadi komoditas.

Nur Syamsi, seorang warga Tegaldlimo, telah merasakan keberuntungan untuk menumbuhkan belalang kayu yang dibuat oleh Krispi, penunjukan terbaru untuk chip atau driving kering.

Keberuntungan Nur Syamsi tentu saja tidak hanya diperoleh dengan memasak belalang. Dia berinovasi dengan memasarkan olahannya di media sosial. Dan, berhasil. Permintaan tidak hanya datang dari wilayah Kabupaten Banyuwangi, tetapi juga di luar kota.

"Tidak hanya penduduk Banyuwangi yang membeli, tetapi juga di luar Banyuwangi, seperti Bali, Jember, dan sekitarnya. Pokok pelajarannya mudah, kami menggunakan layanan paket,"

Saat ini ia kewalahan untuk memenuhi permintaan dari hari ke hari meningkat. Ketersediaan bahan-bahan utama, belalang, tidak dapat dipenuhi untuk menutup pesanan.

Dalam sehari, dia masih bisa melayani 4.000 hingga 5.000 ribu belalang, di atas nomor yang belum bisa dia lakukan.

"Kami menjual pionatus ekor. Jika rasa asli harga seratus ekor adalah 25 ribu rupiah, jika Anda menggunakan 30 ribu tepung rupiah. Jika Anda ingin memproses sendiri, alias membeli mentah tetapi telah dibersihkan, harganya. Hanya 10 ribu rupiah, Mas, "tambahnya.

Bagi pembeli online, ia menjelaskan, hanya mengetik kata kunci belalang Banyuwangi atau Walang goreng Banyuwangi di Facebook. Setelah itu, akun bernama Ayae Dita akan muncul dan siap untuk mendapatkan pesanan.

BAGIKAN:

Administrator

Administrator

Aku adalah aku, kamu adalah kamu. kenyataanya demikian dan jangan difikirkan, sudahlah lupakan yang barusan.

Tips For Choosing The Perfect Gloss For Your Lips

Tips For Choosing The Perfect Gloss For Your Lips