Teorinya, resolusi tinggi harus membuat gambar lebih detail. Dengan menggunakan kamera resolusi tinggi, informasi pada setiap piksel dalam gambar ditampilkan dengan jelas. Selain itu, resolusi tinggi juga memungkinkan kamera untuk bekerja lebih cepat dan halus tanpa gangguan gangguan kebisingan, yang sering mengurangi detail dalam foto.
Namun sayangnya, ukuran resolusi kamera smartphone tidak selalu menentukan kualitas gambar secara keseluruhan. Baik atau apakah foto ditentukan oleh tiga faktor, yaitu: kualitas sensor gambar, lensa, dan prosesor. Oleh karena itu, hasil potret smartphone tidak selalu lebih baik, meskipun resolusinya lebih tinggi dari kamera DSLR atau mirrorless.
Ukuran sensor gambar pada kamera kamera adalah salah satu penentu kualitas gambar. Semakin besar ukuran sensor, semakin baik fotonya dihasilkan. Menurut fotografi ahli halaman resmi, sensor gambar adalah bagian dari kamera yang berfungsi sebagai penangkap ringan.

Sensor kamera berfungsi seperti film pada kamera analog. Ukuran sensor pada kamera ponsel bervariasi. Misalnya, kamera utama REDMI Note 8 Pro yang memiliki resolusi 64 MP dilengkapi dengan ukuran sensor 1/1 / 1,7 inci, sedangkan kamera utama REDMI Note 8 dengan resolusi 48 MP dilengkapi dengan 1/2 Ukuran sensor inci.
REDMI Note 8 Pro Sensor sedikit lebih besar dari Catatan Redmi biasa 8. Namun, mengingat REDMI Note 8 Pro membawa resolusi yang lebih tinggi, maka ukuran piksel setiap sensor kedua ponsel adalah sama, yaitu 0,8 mikrometer. Oleh karena itu, cahaya yang dapat ditangkap dari setiap piksel untuk kedua ponsel sama dengan banyak.
Salah satu ponsel superior yang juga sangat resolusi adalah Huawei Mate 30 Pro, yaitu 40 MP. Sensor kamera juga besar untuk ponsel, yaitu 1 / 1,7 inci.

Metode Binning Pixel.

Cahaya adalah hal yang penting dalam fotografi. Beberapa produsen yang menyajikan kamera ponsel resolusi tinggi menggunakan metode piksel binning sehingga setiap piksel pada sensor 'lebih besar' untuk menangkap lebih banyak cahaya. Ubergizmo menjelaskan, Binning pixel adalah proses menggabungkan beberapa piksel menjadi satu.

Dengan demikian, ukuran piksel menjadi lebih besar untuk mengurangi gangguan kebisingan. Tetapi konsekuensinya, resolusi sensor yang menerapkan teknologi binning piksel untuk menurun. Misalnya, pada kamera REDMI Note 8 Pro ada aplikasi bed piksel, sehingga pemotretan secara default dapat dilakukan dengan resolusi 16 MP. Artinya, Anda harus 'mengaktifkan' mode 64 MP jika Anda ingin memotret dengan resolusi tinggi. Ini juga terjadi pada kamera smartphone resolusi 48MP, seperti seri OPPO F11 Pro.

Akibatnya, ketika mengaktifkan mode kamera 64MP atau 48MP pada smartphone ini, ada fitur yang tidak dapat aktif. Misalnya, fitur HDR dan AI tidak berfungsi karena prosesor memproses manipulasi piksel.

Biasanya, binning terjadi pada empat piksel yang bergabung menjadi piksel besar. Dengan melakukan ini, sensor dapat meningkatkan sensitivitas untuk menangkap cahaya. Ini juga membuat kualitas penembakan dalam kondisi cahaya minimal akan lebih baik.

Kualitas kamera ponsel juga tergantung pada prosesor yang digunakan. Xt ranah, misalnya, menggunakan system-on-chip (SOC) Qualcomm Snapdragon 712. Snapdragon 712 memiliki dua prosesor sinyal gambar (ISP) yang dibuat oleh Qualcomm, Spectra 250.

Selain ISP, yang juga memengaruhi kualitas foto adalah kecerdasan buatan (AI). Qualcomm telah menyelesaikan Snapdragon 712 dengan ai Engine. AI berperan dalam mengenali objek, mengoptimalkan mode potret dan juga meningkatkan kualitas mode malam cahaya rendah. Selain itu, AI dapat membantu mengenali adegan, atau memunculkan opsi pemangkasan yang cerdas.

Penentu lain dari kualitas foto pada smartphone adalah lensa. Pada Mate 30 Pro, Huawei bekerja dengan Leica untuk menyajikan hasil yang tajam. Sejak 2014, Huawei bekerja dengan Leica dalam urusan penciptaan lensa seluler ini.

Produk pertama Huwei yang menggunakan lensa ini adalah P9 pada 2016. Mengutip informasi dari ZDNet, Leica dikenal karena keunggulan gelas lensa. Namun, lensa pada ponsel Huawei masih bahan plastik. Mereka mengklaim, lensa plastik dirancang sedemikian rupa sehingga hasilnya mirip dengan bahan kaca.

Baik Huawei dan Leica tidak menghasilkan lensa untuk ponsel Huawei. Mereka menggunakan produsen pihak ketiga dengan spesifikasi yang disetujui oleh Leica dan Huawei.

Kesimpulan

Kembali ke pertanyaan awal, apakah resolusi kamera hebat, itu harus menghasilkan foto yang lebih baik? Belum tentu.

Resolusi tinggi dapat dibilang bermanfaat, dengan catatan jika Anda ingin mencetak foto pada kertas foto besar. Resolusi tinggi pada ponsel menyebabkan setiap piksel (atau photosite) menjadi sangat kecil, sehingga hasilnya memiliki kebisingan ketika Anda mengambil gambar kondisi cahaya redup.

Oleh karena itu, beberapa vendor ponsel tampaknya 'kurang percaya diri' ketika menawarkan resolusi tinggi karena secara default, perangkat akan mengambil gambar menggunakan metode Binning Pixel untuk memanipulasi foto. Tidak heran, vendor yang menawarkan kamera resolusi besar, juga menawarkan fitur mode malam.

Foto yang bagus membutuhkan lebih dari resolusi besar. Faktor lain yang juga sangat berpengaruh adalah sensor kamera, prosesor gambar, kecerdasan buatan, dan juga pembelajaran mesin (pembelajaran mesin). Empat perusahaan seluler yang berada di garis depan dari mengembangkan kamera ponsel hari ini adalah: Apple, Google, Huawei, dan Samsung. Banyak orang menyebut raksasa ini telah membawa kamera ponsel pintar ke era fotografi komputasi. Apa itu? Kami akan membahasnya di artikel berikutnya.

BAGIKAN:

Administrator

Administrator

Aku adalah aku, kamu adalah kamu. kenyataanya demikian dan jangan difikirkan, sudahlah lupakan yang barusan.

Tips For Choosing The Perfect Gloss For Your Lips

Tips For Choosing The Perfect Gloss For Your Lips